Mengapa Penting Dilakukan Medical Check Up?

Medical Check Up dapat dikatakan sebagai pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pasien dapat berkonsultasi kepada dokter mengenai kondisi kesehatan kapan saja, tanpa harus menunggu timbulnya penyakit. Semakin dini suatu penyakit dalam tubuh terdeteksi semakin cepat penanganan dan pencegahannya, oleh karena itu pentingnya Medical Check Up (MCU) untuk mengetahui kondisi kesehatan dalam tubuh manusia agar meminimalisis terjadinya keterlambatan penanganan penyakit dalam tubuh. Medical Check Up diperlukan tidak hanya bagi usia lanjut namun usia muda diperlukan medical check up untuk memantau kondisi kesehatan tubuh sejak dini. Pengobatan akan berlanjut jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah kesehatan sehingga harus dilakukan rujukan ke dokter spesialis.

 

 

Pemeriksaan kesehatan atau medical check up tidak hanya dilakukan oleh orang yang menderita suatu penyakit tertentu, namun diperlukan juga bagi orang dengan kondisi yang sehat dan normal sesuai dengan kebutuhan, misalnya :

Penderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi atau yang memiliki riwayat penyakit kronis lainnya

  • Persiapan tindakan operasi
  • Medical check up calon karyawan
  • Syarat administratif masuk perguruan tinggi atau instansi pada jurusan tertentu
  • Syarat administratif melamar pekerjaan, dan keperluan yang lainnya

Apa yang perlu disiapkan sebelum Medical Check Up?

Jenis dan persiapan medical check up berbeda-beda tergantung pada pemeriksaan kesehatan yang hendak dilakukan. Persiapan umum yang harus dilakukan sebelum melakukan medical check up adalah sebagai berikut

  • Tidak melakukan aktivitas yang berat sebelum medical check up
  • Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol dan sebaiknya tidak merokok
  • Puasa kecil, artinya puasa (kecuali minum air mineral) minimal 9-10 jam sebelum melakukan medical check up
  • Istirahat yang cukup minimal tidur 6-8 jam
  • Hindari penggunaan obat dipagi hari sebelum pemeriksaan

Secara umum komponen kesehatan yang diperiksa adalah sebagai berikut :

Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan dilakukan di tahap awal, dokter akan bertanya terlebih dahulu seputar riwayat kesehatan pasien atau keluarga pasien serta memeriksa keluhan yang dialami. Selain pemeriksaan riwayat kesehatan pasien, dokter juga akan mengajukan pertanyaan seputar gaya hidup, pola makan, merokok atau tidak serta kebiasaan minum minuman alcohol.

Pemeriksaan Fisik (Berat Badan)

Body Mass Index/BMI atau Index masa tubuh yang digunakan untuk mengetahui rentang berat badan yang ideal dan dapat memprediksi seberapa besar resiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami. Indeks masa tubuh yang tidak normal dapat memicu berbagai resiko penyakit, misalkan adalah obesitas atau kegemukan dapat meningkatan resiko penyakit jantung, stroke, diabetes, hipertensi dan kanker. Sedangkan untuk kondisi tubuh yang kurang berat badan beresiko lemahnya system kekebalan tubuh yang mengakibatkan anemia dan osteoporosis. Penting sekali untuk melakukan pemeriksaaat untuk mengetahui IMT minimal 2 tahun sekali bagi usia muda, dan setahun sekali bagi usia lanjut,

Tekanan Darah

Hal terpenting dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah adalah rileks, dianjurkan untuk menghindari konsumsi kopi dan merokok sebelum pemeriksaan. Tekanan darah yang normal untuk usia muda dibawah 60 tahun adalah sistolik kurang dari 140 mm Hg dan diastolik kurang dari 90, atau dibaca 140/90. Sedangkan untuk usia lanjut tekanan darah yang normal adalah kurang dari 150/90 mm Hg. Tekanan darah yang melebihi batas normal dapat dikatakan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Pemeriksaan Kesehatan Jantung

Pemeriksaan jantung dilakukan untuk mengetahui adanya aktivitas jantung yang tidak normal atau gangguan penyakit lainnya. Pemeriksaan jantung biasa dilakukan dengan tes EKG (elektrokardiogram) atau biasa disebut dengan rekam jantung.

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium dilakukan sesuai dengan riwayat kesehatan pasien dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Pemeriksaan laboratorium biasanya terdiri dari pemeriksaan urine dan  pemeriksaan hematologi sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan yang dibutuhkan. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan mengambil sampel darah, urine, atau tinja untuk melihat jumlah sel darah, atau zat kimia yang menjadi penanda fungsi organ, guna mendeteksi kelainan kesehatan.

Pemeriksaan Kolesterol dan Gula Darah

Pemeriksaan kadar kolesterol dan gula darah termasuk dalam hal penting yang dilakukan saat medical check up. Kadar kolesterol dapat dikatakan normal jika ada di bawah 200mg/dL. Dianjurkan untuk selalu menjaga dan menghindari kebiasaan mengkonsumsi makanan yang kaya lemak yang dapat menaikkan kadar kolesterol yang dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti stroke dan serangan jantung. Selain pemeriksaan kadar kolesterol, pentingnya untuk memeriksa kadar gula dalam darah agar terhindar dari penyakit diabetes. Gula darah dikatakan normal jika berada pada level 70-100 mg/dL, sementara dikatakan mengalami pradiabetes jika memiliki gula darah pada level 100-125 mg/dL. Sementara itu, dapat dikatakan mengalami diabetes jika kadar gula berada pada level lebih dari 126 mg/dL.

 

Setelah selesai mengikuti rangkaian medical check up, pasien dapat melakukan aktivitas seperti biasa hingga menunggu hasil medical check up diberikan. Apabila ditemukan keluhan atau gangguan pada hasil medical check up, dokter akan menyaranan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap gangguan yang ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.