Pengidap PTSD Beresiko Tinggi Alami Bipolar dan Gangguan Mental. Simak Apa itu PTSD, Gejala, dan Penyebabnya!

Pengidap PTSD Beresiko Tinggi Alami Bipolar dan Gangguan Mental. Simak Apa itu PTSD, Gejala, dan Penyebabnya!

Assalamualaikum #dulurrsi

Tahukah anda apa itu PTSD?

Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD ialah gangguan stres yang dialami seseorang pasca trauma atau dengan kata lain gangguan kesehatan jiwa yang dialami seseorang dimana dipicu oleh peristiwa traumatis baik yang pernah dialami maupun yang disaksikannya. Kebanyakan orang yang mengalami kejadian traumatis akan menghadapi kesulitan dalam menjalaninya, tetapi dengan waktu dan perawatan diri yang baik, kesulitan akan berkurang. Jika pengalaman yang traumatis tersebut tetap menghantui sampai membuat seseorang kesulitan dalam menjalani hidup, maka dapat dikatakan orang tersebut mengidap PTSD.

Apasih penyebab seseorang mengalami PTSD?

Semua orang dari segala usia mungkin  saja mengalami gangguan stres pasca trauma namun tidak semua orang yang mengalami trauma pada akhirnya menjadi penderita PTSD. Beberapa faktor yang mungkin mengembangkan potensi PTSD ialah :

  • Mengalami trauma yang intens
  • Pernah mengalami trauma dini diawal kehidupan seperti trauma pelecehan yang dialami pada masa kanak-kanak
  • Memiliki masalah kesehatan mental seperti gangguan depresi
  • Memiliki pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami peristiwa traumatis seperti tentara militer
  • Kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan
  • Memiliki masalah dalam penyalahgunaan zat seperti narkotika
  • memiliki keturunan keluarga dengan masalah kesehatan mental

Gejala PTSD:

Gejala yang ditimbulkan PTSD beragam, ada yang muncul dalam 1 bulan setelah kejadian. Namun dalam beberapa kasus, gejala baru  muncul bertahun-tahun setelah seseorang mengalami kejadian traumatis.

  1. Pengulangan pengalaman trauma
    • Flashback tanpa terkendali (setiap saat teringat peristiwa traumatik)
    • Nightmare (mimpi buruk)
    • Reaksi emosional dan keluhan fisik yang berlebih terutama ketika teringat peristiwa traumatik
      2. Penghindaran diri terhadap trauma
    • Mati Rasa : Penderita PTSD biasanya mengalami mati rasa sehingga penderita mengalami penurunan ketertarikan terhadap orang lain dan tidak mampu merasakan berbaga emosi positif ketika berhubungan dengan peristiwa traumatik
    • Menghindari tiger traumatik: menghindari segala sesuatu yang membuatnya teringat dengan peristiwa traumatik (menarik diri dari lingkungan pemicu trauma, menghindari pembicaraan, benda/ situasi yang mengingatkan dengan peristiwa traumatik
      3. Ketegangan yang meningkat

Hal ini ditandai dengan:

    • Susah tidur (mengusahakan tetap terjaga)
    • Mudah marah
    • Sulit berkonsentrasi
    • Kewaspadaan berlebih
    • Respon terkejut berlebih terhadap suatu hal seperti berteriak, pingsan, dll

Fakta PTSD:

  • Seseorang yang pernah mengalami atau sedang mengalami gangguan PTSD akan memiliki resiko sebesar 80% lebih tinggi untuk mengalami gangguan mental lain seperti bipolar.
  • PTSD lebih banyak terjadi pada wanita

Lalu bagaimana cara mencegah PTSD?

Pencegahan bisa dilakukan dengan mencari bantuan dan dukungan yang tepat waktu. Hal ini bertujuan agar reaksi stres yang normal tidak menjadi semakin buruk dan berkembang menjadi PTSD.

Dengan demikian dapat dikatakan PTSD tidak dapat dicegah secara pribadi, namun bersama ahli yang tepat, PTSD dapat diatasi.

Bersama Psikolog Rumah Sakit Islam Pati Tinon Citraning Harisuci, S.Psi., M.Psi.Psikolog, CH., CHT., anda bisa mendapatkan pelayanan psikoterapi untuk kasus PTSD dan masalah kesehatan mental lainnya.

Tinon Citraning Harisuci, S.Psi., M.Psi.Psikolog, CH., CHT.

Praktek :

Selasa, Kamis, Sabtu

Pukul 09.00 – 15.00 WIB

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *