OCD, Gangguan Mental yang Jarang Disadari. Mari Simak Penjelasannya!

Assalamualaikum #dulurrsi

Tahukah anda bahwa OCD (Obsessive Compulsive Disorder) mungkin saja terjadi pada diri anda atau orang di sekeliling anda?

Sebelum kita bahas lebih lanjut gejala dan tanda-

Obsessive Compulsive Disorder atau biasa disebut OCD, adalah gangguan psikologis yang dapat mempengaruhi pikiran (obsesif) dan perilaku (kompulsif) manusia. Kelainan ini mengganggu pikiran penderitanya dengan menghasilkan rasa gelisah, cemas, khawatir, takut, dan menuntut melakukan hal yang sama berulang kali. Perilaku ini akan terus dilakukan penderitanya hingga keinginan dari pikiran mereka terpenuhi.

Penyebab dari OCD sendiri belum dapat diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa dugaan yang disimpulkan sebagai penyebab dari OCD yakni masalah pengiriman informasi pada bagian otak yang satu dengan yang lainnya atau mungkin juga disebabkan oleh faktor stress yang berat. Faktor turunan genetik dari keluarga, serta kecelakaan psikologis masa lalu juga bisa memicu seseorang mengalami OCD.

Apa itu Obsesif?

Seseorang dengan perilaku obsesif, memiliki pemikiran berulang, impuls (dorongan hati secara tiba-tiba), atau gambaran yang menyebabkan timbulnya emosi-emosi negatif, seperti gangguan cemas atau perasaan jijik.Sebagian besar penderita OCD paham, bahwa hal yang mereka pikirkan sebenarnya tidak masuk akal. Namun, mereka tetap kesulitan untuk menghilangkannya dan kemudian kembali melakukannya.Contoh perilaku obsesif di antaranya adalah khawatir berlebihan akan terkontaminasi kuman atau bakteri, serta merasa susunan semua barang harus simetris.

Apa itu Kompulsif?

Perilaku kompulsif adalah kelanjutan dari perilaku obsesif. Semua hal yang telah dipikirkan secara obsesif oleh penderita OCD, kemudian akan dilanjutkan dengan eksekusi nyata.Perilaku tersebut dilakukan untuk mengurangi rasa khawatir atau takut yang muncul, akibat pikirannya yang obsesif. Meski mengeksekusi hal-hal tersebut bisa meredakan rasa takut dan cemas, namun dalam waktu singkat, perilaku obesesif akan kembali muncul, dan siklus akan kembali berulang.Contoh perilaku kompulsif adalah berulang kali mencuci tangan hingga melebihi kebutuhan, karena takut bakteri atau kuman akan menimbulkan penyakit tertentu. Ketakutan ini juga bisa membuat para penderita OCD menghabiskan waktu berjam-jam untuk membersihkan diri atau tempat tinggal mereka.

Gejala OCD bisa dibedakan sebagai gejala perilaku obsesif dan gejala perilaku kompulsif.

Lalu apa saja gejala kompulsif dan gejala obsesif?

Gejala Obsesif:

  • Takut secara berlebih akan terkontaminasi bakteri dari orang lain
  • Takut melukai diri sendiri atau orang lain
  • Memiliki pemikiran ingin melakukan kekerasan dan membayangkan gambaran kekerasan.
  • Memfokuskan pikiran secara berlebih terhadap hal-hal religius dan moral
  • Ketakutan tidak dapat memiliki atau kehilangan hal yang dibutuhkan
  • Merasa semua hal harus disusun secara simetris
  • Terlalu percaya pada sesuatu yang disebut sebagai keberuntungan atau malapetaka (terlalu percaya takhayul)

 

Gejala Kompulsif:

  • Bolak-balik mengecek ulang sesuatu secara berlebihan
  • Berulang kali menanyakan kabar orang terdekat untuk memastikan mereka aman
  • Mengulang-ulang pembicaraan atau melakukan hal-hal lain untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan
  • Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membersihkan sesuatu
  • Selalu menata barang-barang sesuai dengan keinginannya, karena jika tidak, dirinya akan merasa gelisah
  • Melakukan kegiatan keagamaan secara berlebihan, namun atas dasar rasa takut berlebih
  • Menyimpan barang-barang yang tidak terpakai, seperti koran bekas atau kotak bekas bungkus makanan

Kapan harus ke dokter?

Segera periksakan diri ke psikiater apabila sudah mengalami kondisi seperti ini. Jika tidak segera ditangani, OCD bisa berlangsung bertahun-tahun dan menyebabkan depresi. Pada tingkatan yang parah, depresi dapat mendorong penderitanya untuk melakukan hal-hal yang membahayakan diri.

Diamana saya mendapatkan informasi tentang dokter spesialis kedokteran jiwa?

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dan Psikiatri

Anda dapat segera konsultasikan keluhan anda pada dokter spesialis kedokteran jiwa berpengalaman kami di Rumah Sakit Islam Pati.

dr. Muflihatunnaimah, M.Kes., Sp.KJ

Praktek:

Sabtu, pukul 13.00 – 15.00 WIB

Psikolog

Selain Dokter Spesialis kedokteran jiwa dan psiskiater, anda juga dapat berkonsultasi psikologi dengan psikolog.

Rumah Sakit Islam Pati menyediakan tenaga profesional bidang psikologi:

Tinon Citraning Harisuci, M.Psi., Psikolog, CH., CHT.

Pratek:

Selasa, Kamis, Sabtu : 09.00 – 15.00 WIB

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *