Konsumsi Vitamin C Berlebih Berbahaya. Benarkah? Yuk Simak!

Salah satu sisi positif pandemi adalah meningkatnya kesadaran banyak orang akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan asupan vitamin. salah satunya ialah mengkonsumsi vitamin C.

Manfaat vitamin C sangat bagus untuk meningkatkan imun booster atau memperkuat daya tahan tubuh seseorang. Vitamin C juga sangat penting dalam mendukung pertumbuhan, membantu melindungi sel-sel tubuh, dan membantu penyembuhan luka.

Vitamin C dapat kita jumpai dengan mudah pada makanan kita sehari hari yaitu buah dan sayuran seperti brokoli dan cabai merah. Sedangkan pada buah buahan sering kita jumpai dan sering kita ketahui terdapat pada jambu biji, jeruk, pepaya, kiwi, strawbery, nanas, mangga, dan masih banyak lagi.

Selain pada buah dan sayur, vitamin C juga dapat kita peroleh dari tablet vitamin C kunyah, vitamin C yang dapat dilarutkan di air, pil, permen, dan dapat juga berupa cairan yang disuntikkan di dalam tubuh yang sering kita kenal dengan suntik vitamin C.

Seiring membludaknya kasus Covid 19 di Indonesia, banyak dari kita berusaha keras untuk menjaga imun dimana salah satunya yaitu dengan banyak mengkonasumsi vitamin C.

Namun berapa banyakkah kebutuhan tubuh kita akan virtamin C?

Dilansir dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer/ Kebutuhan akan vitamin C berbeda beda dikategorikan dari usia:

  • Bayi lahir sampai 6 bulan : 40 mg
  • 7 – 12 bulan : 50 mg
  • 1 – 3 tahun : 15 mg
  • 4 – 8 tahun : 25 mg
  • 9 – 13 tahun : 45 mg
  • 14 – 18 tahun (laki-laki) : 75 mg
  • 14 – 18 tahun (perempuan) : 65 mg
  • Laki laki dewasa : 90 mg
  • Perempuan dewasa : 75 mg
  • Perempuan hamil : 80 – 85 mg

Bagaimana jika kelebihan vitamin C?

Tidak ada manfaat lebih yang akan didapatkan tubuh dengan mengonsumsi vitamin C melebihi jumlah tersebut, namun justru dapat menimbulkan berbagai efek samping.

Berikut beberapa efek samping yang ditimbulkan jika mengonsumsi suplemen vitamin C dalam kadar yang terlalu tinggi:

  • Diare
  • Muntah
  • Mual
  • Nyeri ulu hati
  • Kram dan sakit perut
  • Insomnia
  • Batu ginjal
  • Sakit kepala

Vitamin C merupakan vitamin larut sehingga vitamin C tidak akan disimpan dalam tubuh melainkan akan dibuang bersama urin. Jadi, tidak perlu heran jika ketika anda buang air kecil terlihat kuning jernih karena hal tersebut bisa menandakan anda terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C. Namun, anda juga harus mencukupi kebutuhan cairan anda agar vitamin C tersebut tidak mengendap dan menjadi batu ginjal.

Meskipun kelebihan vitamin C akan dibuang bersama urin, bukan berarti anda bebas mengkonsumsi vitamin C sesuai yang anda inginkan atau sebanyak apapun yang anda mau. Ada batas toleransi dosis vitamin C. Tolerable Upper Limit vitamin c dalam sehari adalah 2000 mg. Dosis diatas batas akan menyebabkan diare dan nausea.

Yuk lebih bijak dalam mengkonsumsi vitamin C! Usahakan sesuai dosis dan jangan berlebih ya!

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.